Lewati ke konten utama
Logo AhliJamur.com
📑 Edukasi Nutrisi Jamur Tiram

Nutrisi Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

Komposisi gizi lengkap, manfaat klinis, serta panduan konsumsi harian yang aman berdasarkan referensi ilmiah.

🍄Ringkasan Singkat

  • Rendah kalori, kaya protein, serat β-glukan, vitamin B kompleks, mineral.
  • Manfaat: kolesterol & gula darah lebih terkontrol, imun kuat, sehatkan usus & otak.
  • Konsumsi 50–150 g segar/hari aman jangka panjang dengan risiko minimal.

Komposisi Nutrisi

Data Gizi Jamur Tiram per 100 Gram (Fresh)

Disarikan dari USDA FoodData Central, FAO, serta publikasi Journal of Food Science. Nilai dapat bervariasi menurut varietas dan perlakuan pasca panen.

Makronutrien

Komponen Jumlah Keterangan
Energi33–40 kcalRendah kalori
Protein3.3–4.5 g9 asam amino esensial
Lemak0.3–0.5 gSangat rendah
Karbohidrat6–7 gTermasuk β-glucan & chitin
Serat pangan2–3 gSerat larut & tidak larut

Vitamin & Mineral

Zat Gizi Jumlah Fungsi
Vitamin B10.1 mgMetabolisme energi
Vitamin B20.35 mgAntioksidan
Vitamin B34–5 mgMetabolisme sel
Vitamin B51.0–1.3 mgImunitas & hormon
Vitamin B60.1 mgSistem saraf
Folat35–40 mcgPembentukan sel darah
Vitamin D20.5–3 mcgMetabolisme kalsium
Kalium350–420 mgTekanan darah
Fosfor100–120 mgTulang & energi
Magnesium18–22 mgOtot & saraf
Besi1.2–1.7 mgSel darah
Zinc0.8–1 mgImunitas
Selenium5–8 mcgAntioksidan

Senyawa Bioaktif Kunci

  • β-glucan: imunomodulator dan penurun kolesterol.
  • Lovastatin alami: membantu menekan LDL.
  • Ergothioneine: antioksidan selular kuat.
  • Pleuran (polisakarida): efek anti-inflamasi.
  • Phenolic acids: mendukung proteksi oksidatif.

Panduan Konsumsi Harian

  • Range aman: 50–150 g segar per hari (penelitian jangka panjang).
  • Jika sensitif serat, naikkan porsi bertahap untuk mencegah kembung.
  • Masak higienis untuk meminimalkan risiko alergi & kontaminasi.

Manfaat Kesehatan

Efek Konsumsi Harian Jangka Panjang

Dukungan riset klinis dan in vivo menunjukkan profil keamanan baik serta manfaat multi-sistem.

Turunkan Kolesterol LDL

Lovastatin alami dan β-glucan menurunkan LDL 10–20% (Bobek et al., 1998) sambil menghambat oksidasi kolesterol.

Kontrol Gula Darah

β-glucan memperlambat absorpsi glukosa; studi 2020 menunjukkan HbA1c turun ±0.5% setelah konsumsi 30–60 g/hari.

Perkuat Imunitas

Pleuran meningkatkan aktivitas NK-cells dan makrofag sehingga baik sebagai dukungan pemulihan infeksi.

Cegah Obesitas & Jaga Usus

Rendah kalori dan tinggi serat-prebiotik yang mendukung Bifidobacteria, membantu rasa kenyang dan kesehatan pencernaan.

Lindungi Otak & Anti-Pikun

Ergothioneine menekan stres oksidatif neuron; studi Singapura (2016) menurunkan risiko mild cognitive impairment hingga 57%.

Dukung Tulang & Antikanker

Vitamin D2 membantu metabolisme kalsium; β-glucan, pleuran, dan ergothioneine menunjukkan efek antiproliferatif (penurunan pertumbuhan tumor 30–45% pada studi hewan).

Risiko & Efek Samping

  • Kembung ringan: akibat serat β-glucan tinggi, kurangi porsi jika lambung sensitif.
  • Alergi (jarang, <1% populasi): hentikan konsumsi jika muncul gatal atau sesak.
  • Purin: relatif rendah, namun tetap moderasi bila memiliki gout aktif.

Ringkasan Konsumsi Aman

Penelitian menempatkan 50–150 g segar per hari sebagai rentang aman jangka panjang. Kombinasikan dengan pola makan seimbang dan teknik masak higienis.

Referensi Ilmiah

Daftar Pustaka Terpilih

Sumber resmi dan peer-reviewed yang digunakan pada ringkasan nutrisi ini.

  1. USDA FoodData Central – Pleurotus ostreatus nutrition.
  2. FAO. Mushrooms cultivation & nutrition guide.
  3. Bobek, P. et al. (1998). Hypocholesterolemic effects of oyster mushroom. Nutrition Research.
  4. Jayasuriya et al. (2020). Effects of oyster mushroom on glycemic control. Journal of Diabetes Research.
  5. Nováková et al. (2014). Immunomodulatory effects of Pleurotus polysaccharides. International Journal of Medicinal Mushrooms.
  6. Cheah et al. (2016). Ergothioneine and cognitive health. Journal of Alzheimer’s Disease.
  7. Barros et al. (2008). Antioxidant properties of Pleurotus species. Food Chemistry.
  8. Codex Alimentarius Standards (CX STAN 193-1995, CAC/GL 2-1985).
  9. BPOM RI – Peraturan Label Gizi 31/2018.
  10. SNI 7387:2009 & SNI 2897:2008.